Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sabtu, 30 Desember 2017

RPP KELAS 5 TEMA 5 SUBTEMA 1 PB 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah                   : Sekolah Dasar …..
Kelas/Semester        : V (lima) / I
Tema                       : Ekosistem
Subtema                  : Komponen Ekosistem
PB                           : 1
Alokasi waktu         : 4 x 35 menit


A.    Kompetensi Inti

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
3. Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
4. Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif,  kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

B.     Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
3.7  Menguraikan konsep konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.

IPA
3.5  Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi
Bahasa Indonesia
3.7.1        Menjelaskan pengertian pikiran utama dan informasi penting.
3.7.2   Menemukan pikiran utama dari masing-masing paragraf berdasarkan teks tersedia.
3.7.3   Menemukan informasi penting dari teks tersedia.

IPA
3.5.1        Menjelaskan pengertian ekosistem.
3.5.2        Menjelaskan komponen-komponen ekosistem.
3.5.3        Menyebutkan jenis makanan hewan.

D.    Tujuan Pembelajaran

1.      Dengan mencermati teks nonfiksi yang disajikan, siswa mampu menemukan pokok pikiran dalam bacaan secara tepat.
2.      Dengan menyimak penjelasan dan mencermati teks bacaan, siswa mampu membuat pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan bacaan. secara tepat.
3.      Dengan membuat bagan, siswa mampu menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar.
4.      Dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan informasi, siswa mampu membuat teks nonfiksi tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar.

E.     Materi Pembelajaran

- Contoh teks  /wacana  ekosistem.
- Pengertian pokok pikiran,macam-macam paragraf.
- Jika menyusun wacana nonfiksi maka harus membuat kerangka karangan.
- Teks non fiksi
- Pengertan teks nonfiksi
- Jika teks nonfiksi  dibuat maka siswa dapat menyusun teks lain
- Langkah-langkah menyusun wacana nonfiksi.
- Gambar ekosistem dan jaring-jaring makanan.
- Pengertian ekosistem.
- Pengertian jaring-jaring makanan.
- Jika ekosistem baik maka jaring-jaring makanan akan terpenuhi dengan baik dan sebaliknya.
- Cara memelihara ekosistem dan jaring-jaring makanan.
- Gambar jaring-jaring makanan dalam ekosistem.

F.     Metode Pembelajaran
1.      Tanya jawab.
2.      Diskusi.
3.      Penugasan.
G.    Langkah-langkah pembelajaran
No
Jenis Kegiatan
Langkah-Langkah Kegiatan guru
Alokasi waktu
1.
Kegiatan pendahuluan
1.      Guru menyiapkan psikis dan fisik siswa dengan mengucap salam dan mengajak berdoa.
2.      Menanyakan pelajaran yang lalu
3.      Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini
4.      Menyampaikan tugas individu dan kelompok
5.      Meminta siswa membaca selama 10 menit
6.      Menyampaikan pentingnya kerjasama dalam kerja kelompok

15 menit
2.
Kegiatan inti
1.      Siswa menyimak wacana dan memberi garis bawah untuk hal-hal yang penting.
2.      Siswa menuliskan pokok pikiran pada lembar kerja tersedia..
3.      Siswa berdiskusi dan menuliskan informasi penting dari bacaan.
4.      Siswa mengamati gambar ekosistem.







5.      Siswa menyebutkan komponen ekosistem yang ada pada gambar.
6.      Siswa menyebutkan peran setiap komponen dalam ekosistem.
7.      Siswa menjelaskan hubungan dalam ekosistem.
8.      Siswa menyebutkan makanan dari gambar hewan yang diamati.







9.      Siswa membuat kalimat Tanya berdasarkan bacaan.
10.  Siswa mempresentasikan hasil kerja di depan kelas.

180 menit
3.
Kegiatan penutup
Siswa dan guru merefleksi kegiatan yang telah dilakukan.
Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan pembelajaran ditutup dengan berdoa bersama.

15 menit

H.    Media & Sunber Belajar
1.      Buku paket tema 5
2.      Gambar.
3.      Lembar kerja.

I.       Penilaian
1.      Tes tulis.
2.      Tes unjuk kerja.

Rubrik Bahasa Indonesia
Kriteria
Skor 4
Skor 3
Skor 2
Skor 1
Skor
Penulisan informasi
Dapat menemukan informasi secara rinci, lengkap, dan tepat.
Dapat menemukan informasi secara rinci namun kurang lengkap.
Informasi tidak lengkap dan tidak rinci.
Tidak dapat menemukan informasi.

Menemukan pokok pikiran
Dapat menemukan semua pokok pikiran dengan tepat.
Ada satu pokok pikiran yang tidak tepat.
Ada 2 pokok pikiran yang tidak tepat.
Hanya dapat menemukan 1 pokok pikiran.

Membuat kalimat tanya
Dapat membuat 5 kalimat tanya dengan lengkap dan tepat.
Dapat membuat 4 kalimat tanya dengan lengkap dan tepat.
Dapat membuat 3 kalimat tanya dengan lengkap dan tepat.
Dapat membuat 2 kalimat tanya dengan lengkap dan tepat.

Total skor


Rubrik IPA
Kriteria
Skor 4
Skor 3
Skor 2
Skor 1
Skor
Komponen ekositem
Dapat menyebutkan semua komponen ekosistem dengan tepat
Dapat menyebutkan semua komponen ekosistem dengan kesalahan sekitar 25%
Dapat menyebutkan semua komponen ekosistem dengan kesalahan sekitar 50%
Tidak dapat menyebutkan semua komponen ekosistem dengan tepat

Penampilan presentasi
Percaya diri dan dapat bekerja sama dengan baik
Kurang percaya diri namun dapat bekerja sama dengan baik
Percaya diri namun tidak dapat bekerja sama dengan baik
Tidak percaya diri dan tidak dapat bekerja sama dengan baik

Total skor

                                          

                                                                                                            ......, 24 Agustus 2017
Mengetahui Ka SDN                                                                          Guru Kelas






Senin, 25 Desember 2017

ANGIN SEGAR PERLINDUNGAN GURU

Guru adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah. Sepandai apapun seorang peserta didik, peran guru tetap sangat penting sebagai pendidik dan pembimbing.


       Fenomena dipidanakannya guru oleh wali peserta didik hanya karena mendisiplinkan peserta didik tampak seperti menyalahkan apa yang dilakukan guru. Sehingga dampaknya beberapa guru memilih untuk bersikap asal kewajiban mengajar telah diselaksanakan, maka kewajiban sebagai guru pun telah usai dilaksanakan.

   Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Jombang, Heri Mujiono,S.Pd.,M.Pd mengatakan,"Hal Tersebut justru akan menghambat esensi pendididkan. Pendidikan sendiri ada tiga unsur yakni pengajaran, pelatihan, bimbingan. Ketika guru hanya mengajar, itu hanya menyampaikan pengetahuan, padahal mendidik itu bagaimana guru mendorong peserta didik untuk memiliki karakter dan keterampilan. hal ini tidah akan tersentuh jika guru takut atau acuh."

    Beruntung ketakutan para guru tersebut tidak berlangsung lama karena pemerintah telah mengesahkan peraturan mengenai perlindungan pendidik dan tenaga pendidikan. Melalui peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 10 tahun 2017 (Permendikbut 10/2017) tetang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Pendidikan, pendidik dan tenaga pendidikan akan mendapatkan perlindungan hukum, profesi, keselamatan dan kesehatan kerja, dan atau hak atas kekayaan intelektual.

     "Kehadiran peraturan ini sangat bagus sekali karena guru juga butuh perlindungan. Dengan adanya peraturan menteri ini akan sangat memberikan jaminan yang lebih bagus bahwa guru akan punya keleluasaan kembali dan otonomi manajemen kelas akan lebih kuat. Karena dalam mendidik dua alat pendidikan yaitu reward dan  punishment akan daat digunakan kembali. Hanya saja punishment yang diberikan harus edukatif. Karena guru-guru juga sudah punya ilmu Pedagogik bahkan guru memiliki etika serta kode etik tentang bagaimana seharusnya guru bertindak," urai Heri Mujiono.

   Diharapkan dengan adanya permendikbut 10/2017 kejadian guru dipidanakan akan dapat diminimalisir, wali peserta didik kedepannya akan tidak mudah menuntut. Syukur-syukur ke depan dapat menjamin tuntutan baik kepada guru atau anak tidak ada lagi. Sehingga perlu adanya sosilisasi pada masyarakat luas bahwa guru sebagai tokoh masyarakat yang berjuang untu mendesain, mengkonstruksi karkter anak adalah seorang profesianal yang perlu juga untuk dilindungi. Disamping juga tetap perlu memenuhi hak serta memberikan perlindungan kepada anak sesuai Undang-Undang kekerasan terhadap anak.

   Sosialisasi di sekolah perlu untuk dilaksanakan demi kepentingan lembaga agar di dalam melaksanakan tugas guru maupun manajemen sekolah dapat berjalan nyaman semua. Sehingga pihak-pihak yang terkait dengan sekolah harus sama-sama tahu bahwa anak-anak punya hak untuk dilindungi tetapi guru juga punya hak yang sama dalam perlindungan. Hal ini tidak lain adalah demi proses pendidikan itu sendiri. jangan sampai proses pendidikan berhenti hanya karena pelaku pendidikan terbelangu oleh aturan yang tercipta.

   Selain di sekolah sosialisasi Permendikbut 10/2017 juga diberikan pada tokoh-tokoh masyarakat agar sama-sama mendukung. Karena pendidikan anak tidak hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat. Pihak-pihak lain seperti media massa juga diharapkan dapat menggaungkan peraturan tersebut.

   "Yang terpenting sekarang kita sama-sama percaya bahwa didunia pendidikan harus humanis, maka tidak hanya perlakuan pada anak-anak. Tapi guru juga diperlakukan humanis. Karena disamping punya tupoksi, guru pun juga manusia yang punya hak untuk dilindungi dalam melaksankan profesinya. Dengan pemahaman yang sama antara guru dan wali peserta didik akan tercipta tujuan yang sama tentang bagaimana menciptkan pendidikan anak-anak ke depan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat jasmani dan rohani," tutup Heri Mujiono.

     

UJI KOMPETENSI

Silahkan kerjakan soal - soal latihan berikut ini : Memuat...